Tahu Kan Berbohong Itu Melukai Dan Dapat Menjadi Kebiaasan Yang Merusak?

Pernahkah anda pulang ke rumah dan melihat anak sedang asyik bermain, kemudian ketika ditanya apakah sudah mengerjakan PR, anak tertegun sesaat dan kemudian bilang dengan terlihat ragu: “tidak ada PR.”
Saat itu juga sebagai orang tua, anda memiliki insting: anakku telah berbohong.

Tentunya perilaku ini harus dikoreksi.
Sayangnya, kebanyakan orang tua langsung terbawa emosi, dan memperburuk situasi dimana anak mungkin semakin tidak ingin berkata jujur atas kesalahannya.  

Lalu, bagaimana kita dapat mendidik anak agar jujur?

______________________________________________________________________________________________

Hubungan orang tua dan anak berbasis saling percaya

Seperti semua hubungan yang terjalin antar manusia, hubungan orang tua dan anak juga berdasarkan rasa saling percaya.

Kebutuhan anak paling utama adalah rasa aman. Perasaan ini juga dibutuhkan oleh anak disaat dia harus mengungkapkan hal buruk yang dia telah lakukan atau alami. Saat itulah mereka percaya bahwa orang tua adalah tempat yang aman untuk selalu berkata jujur, maka mereka akan selalu berlaku jujur.

Sebagai orang tua disinilah peran penting orang tua dalam memberikan bimbingan dan arahan untuk anak bertanggung jawab atas kesalahannya.

Jadilah Contoh.
Kebohongan kecil adalah kebohongan.

Seringkali yang terjadi di dalam lingkungan anak, mereka melihat orang dewasa berbohong kecil agar keluar dari masalah kecil. “Bilang mama tidak di rumah ya.” Ini mengajarkan anak bahwa berbohong kecil itu tidak apa-apa. Jadilah contoh terbaik bagi anak-anak.

______________________________________________________________________________________________

5 hal yang paling mendasari
untuk membangun karakter kejujuran pada anak

Walaupun kita telah menjadi orang tua yang terbaik, terkadang anak tetap ingin mencoba berkata tidak jujur. Hal ini normal, dan berikut cara-cara yang baik untuk mengkoreksi anak saat bertindak tidak jujur :

  • Gunakan kata-kata yang positif: “Kamu kan anak yang jujur. Coba katakan yang sebenarnya.”
  • Jangan berikan kesempatan untuk berbohong. Bila kita menemukan anak telah memecahkan barang, tidak perlu bertanya dengan nada yang tinggi apakah anak yang melakukannya, langsung koreksi saja perilakunya. “Kalau kamu main bola di dalam rumah jadi pecah deh pajangannya.”
  • Kekecewaan orang tua adalah hukuman terberat bagi anak yang telah terbentuk hati nuraninya. Segera katakan bahwa kamu sangat kecewa atas perilaku mereka. Hukuman lebih dari itu sangat tergantung pada situasi yang terjadi.
  • Jelaskan harapan orang tua. “Lebih baik nilai kamu rendah tetapi jujur daripada tinggi tetapi tidak jujur.”
  • Tawarkan anak untuk lepas dari hukuman bila mengaku telah berkata tidak jujur.
     Sumber tips di atas dapat dibaca disini

______________________________________________________________________________________________

Kejujuran tidak hanya dilahirkan dalam keluarga yang mengajarkannya, tetapi pada hubungan yang baik antara anak dan orang tua.
Mereka sangat membutuhkan kedekatan dengan orang tua, sehingga, agar anak lebih nyaman berkata jujur dengan kita. Segera koreksi anak bila tidak jujur dan yakinkan bahwa konsekuensi ketidak jujuran lebih tinggi dibanding kesalahan yang mereka buat.

Logo Skoline Baru

Ambil Langkah Pertama Untuk Membimbing
Anak Menjadi Versi Terbaik Dirinya.

Berlangganan weekly newsletter untuk tips, informasi,
dan perkembangan dari dunia pendidikan.