Murah Hati adalah Sumber Kebahagiaan

Pernahkah anda sangat mengagumi seorang anak yang sangat murah hati memberikan mainan favoritnya saat sedang mengumpulkan donasi untuk kegiatan kemanusiaan sedangkan anak kita sulit untuk bahkan memberikan baju yang sudah kecil.

__________________________________________________________________________________________________

Kita bisa menggelengkan kepala, kemudian keseharian akan kembali normal. Padahal, pengalaman ini adalah kesempatan emas untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baru yang memupuk kemurahan hati anak. Karena berbagi dengan orang lain adalah sumber kebahagiaan yang besar.

Anak yang murah hati dimulai dari kebiasaan bersyukur.

Biasanya bersyukur adalah kebiasaan yang dimulai dari meja makan, tetapi hanya dapat berkembang bila diaplikasikan pada seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Buatkanlah sebuah jurnal syukur dan isi setiap sebelum tidur bersama-sama. Banyak yang dapat disyukuri selain makanan hari ini, seperti udara yang segar, teman yang baik, hidup yang nyaman, dan lain-lain.

Lakukan kegiatan dengan niat berbuat baik untuk orang lain secara rutin.

Bermurah hati dimulai dari lingkungan terdekat anak. Membuat kue untuk nenek dan membantu adik belajar adalah awal yang baik. Setelah itu, perluaslah jangkauannya dengan mendampingi anak mengumpulkan donasi untuk anak yatim, menjadi relawan di rumah jompo, dan mengajar bahasa inggris di komunitas kurang mampu. Rutinitas, bukan besar aktifitas, merupakan kunci yang sangat penting dalam memupuk kemurahan hati.

__________________________________________________________________________________________________

3 Tips tambahan untuk membantu anak menjadi murah hati:

  1. Tekankan pentingnya bermurah hati. Seringkali kita menekankan pada anak bahwa ‘Yang paling penting adalah kebahagiaan kamu.’ Tetapi sesungguhnya, yang membuat kita bahagia adalah koneksi yang kuat dengan orang sekitar, sehingga kemurahan hati menjadi kunci utama untuk kebahagiaan anak itu sendiri. Selalu tekankan bahwa yang paling penting adalah ‘kebaikan hati kita’.
  2. Jangan berikan hadiah/penghargaan khusus. Secara alami, manusia memiliki kecenderungan bermurah hati, maka jangan anggap kemurahan hati sebagai sesuatu yang spesial, melainkan sebuah karakter yang memang sudah seharusnya kita miliki seperti jujur, disiplin, dan rajin.
  3. Ajarkan untuk mengekspresikan perasaan berterima kasih. Saat anak menerima kemurahan dan kebaikan hati dari orang lain, ajarkan untuk mengekspresikan rasa terima kasih dengan kartu ucapan terima kasih atau balasan kebaikan lainnya.

Sumber artikel di atas dapat dibaca disini dan disini.

__________________________________________________________________________________________________

Memupuk kemurahan hati sedini mungkin lebih dari sekedar kebiasaan memberi, tetapi menekankan pentingnya bersyukur dan kehidupan sosial dimana kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri, tetapi juga bagian aktif dari masyarakat.

Logo Skoline Baru

Ambil Langkah Pertama Untuk Membimbing
Anak Menjadi Versi Terbaik Dirinya.

Berlangganan weekly newsletter untuk tips, informasi,
dan perkembangan dari dunia pendidikan.