Ternyata Kreatifitas Itu Bukan Diturunkan, Tetapi Bisa Dibentuk!

Pernahkah melihat anak menggunakan sebuah barang dengan cara yang tidak disangka-sangka?

Misalnya mengambil pajangan binatang pecah belah dan berusaha menungganginya?

Tentunya hal tersebut membuat orang tua panik karena bila barang tersebut pecah, maka anak akan terluka karena pecahannya.

__________________________________________________________________________________________________

Tetapi sesungguhnya, sebagai orang tua, selain daripada mencegah hal tersebut untuk terjadi, kita juga harus melihat dari sisi lain, yaitu anak tersebut sedang mengembangkan kreatifitasnya dalam menyelesaikan sebuah masalah. Di dalam pikirannya:

Permasalahan: saya ingin menunggangi seekor kuda tetapi di rumah tidak ada kuda-kudaan.

Alternatif: Ada pajangan

Solusi: menunggangi pajangan.

Penghubungan antara permasalahan dan solusi dengan menggunakan sebuah alternatif di dalam pikiran anak adalah pengembangan cara berfikir yang kreatif.

Kreatifitas sangat dibutuhkan
untuk membuat inovasi
dan pemecahan masalah

Kreativitas tidak hanya identik dengan seni saja, tetapi merupakan hasil dari kemampuan seseorang melihat sebuah situasi dengan mata dan cara berpikir yang berbeda.

Dalam perkembangan global yang mengedepankan inovasi dan kompetisi, cara berpikir kreatif sangat dibutuhkan seseorang untuk bersaing di masa depan.

__________________________________________________________________________________________________

Genetika ternyata hanya berpengaruh kecil terhadap pengembangan kreatifitas anak.

Selebihnya adalah faktor eksternal seperti sekolah dan pendidikan di rumah.

4 hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas anak:

  1. Kurangi penggunaan kata “Jangan”. 
    Aturan yang banyak dan penekanan terhadap berbagai aturan tanpa penjelasan dan alternatif akan mengurangi keberanian anak untuk berlatih berpikir kreatif dan akhirnya hanya mengikuti norma dan aturan yang telah diberikan saja.
  2. Fasilitasi dan berikan alternatif. 
    Dalam konteks contoh di atas, orang tua dapat memberikan alternatif kepada anak untuk berpura-pura menunggangi kuda dengan peralatan lain yang dapat ditemui di rumah agar tidak menghalangi pengembangan kreatifitas anak, melainkan memfasilitasinya dengan cara yang lebih baik.
  3. Berikan waktu untuk bermain bebas. 
    Kebebasan dalam bermain merupakan hal yang sangat penting bagi pengembangan pendidikan anak. Biarkan anak yang memimpin waktu bermain bila dilakukan bersama orang tua.
  4. Berikan buku fiksi dan bacalah bersama. 
    Kebiasaan membaca buku fiksi sangatlah penting dan tidak dapat tergantikan dengan media lain karena membaca tulisan yang deskriptif membuka imajinasi anak, dan membuatnya berkembang semakin luas.

Sumber artikel di atas dapat dibaca disini

__________________________________________________________________________________________________

Sebuah berita yang sangat baik bagi orang tua saat sains telah mengatakan bahwa kreatifitas itu dibangun, bukan diturunkan.
Sehingga setiap orang tua dapat membantu anak mereka untuk menjadi pemecah masalah dan inovator masa depan.

Kuncinya adalah dengan memberikan ruang yang luas bagi pengembangan imajinasi.

Logo Skoline Baru

Ambil Langkah Pertama Untuk Membimbing
Anak Menjadi Versi Terbaik Dirinya.

Berlangganan weekly newsletter untuk tips, informasi,
dan perkembangan dari dunia pendidikan.