Mengapa Anak-Anak Harus Belajar Berulang-Ulang Agar Dapat Memahami Pelajaran?

Apakah ada anak yang langsung paham materi yang di ajarkan oleh guru dengan satu kali penjelasan? jawabannya pastilah ada, ada anak yang begitu mudah menangkap pelajaran yang sedang di pelajari, memahami setiap penjelasan guru dan berhasil mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan nilai yang sempurna. Bagaimana jika pertanyaannya di balik, apakah ada anak yang tidak paham materi yang diajarkan guru dengan satu kali penjelasan? jawabannya bukan hanya ada tapi pasti jumlahnya jauh lebih banyak dari anak-anak yang langsung mengerti dan paham dengan sekali penjelasan.

Setiap anak memiliki kemampuan masing-masing. Kecerdasan setiap anakpun berbeda antara satu dengan yang lain. Ada anak yang pandai dalam hitungan, mampu berhitung dengan cepat, akan tetapi sulit untuk menghafal, bahkan untuk mengingat urutan organ pernafasan-pun terasa sulit. Ada juga anak yang malah lamban dalam hitungan dan kurang teliti dalam mengalikan angka-angka tapi mampu menghafal dengan baik peristiwa sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal ini juga dialami langsung oleh kami ketika melakukan pendekatan pembelajaran menggunakan aplikasi Skoline di sekolah melalui kegiatan “Serunya belajar bersama Skoline” di SD N Bangka 05 Pagi Jakarta Selatan. Ketika anak-anak kelas 1 sampai kelas 3 diminta untuk menonton video pembelajaran dari awal hingga selesai kemudian diberikan aktivitas yang berhubungan dengan penjelasan di dalam video maka hampir sebagian besar anak merasa kesulitan dan gagal melaksanakan aktivitas yang diminta.

Video Skoline yang diberikan saat itu adalah tentang bentuk bangun ruang, setiap anak diperkenalkan bentuk dasar bangun ruang dan bentuk lain dari bangun ruang di kehidupan sehari-hari. Lalu apa aktivitas yang diminta untuk dilakukan oleh anak ? Anak-anak diminta untuk membuat sebuah sketsa bangun dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan gabungan antara dua bangun ruang yang berbeda, kemudian anak diminta untuk membuat bentuk nyata dari bangun tersebut menggunakan media lilin mainan.

Hasil dari kegiatan tersebut adalah hanya sebagian kecil anak yang langsung mengerti perintah yang diberikan untuk memulai kegiatan dan mendapatkan hasil yang sempurna. Sebagian besar anak masih kebingungan dan memerlukan penjelasan beberapa kali. Kenapa bisa demikian? Mengapa anak-anak harus belajar berulang-ulang agar dapat memahami pelajaran?

Memori atau “hal yang teringat atau dapat diingat” adalah kesan-kesan yang diterima oleh panca indera yang kemudian diteruskan oleh saraf menuju otak untuk diolah. Kesan-kesan itu bertahan dalam otak dalam waktu yang berbeda-beda. Ada yang bertahan hanya sepersekian detik, seperti warna gelang karet yang terbuang di jalan berdebu, dan ada yang bertahan sangat lama seperti suara ibu-ayah yang sangat dekat dalam kehidupan kita. Memori bisa bertahan lama karena otak mengolah kesan panca indera (yang selanjutnya kita sebut sebagai “data”) yang diterima dengan cara yang unik.

Proses penyatuan data ini seringkali memakan waktu. Apalagi jika data yang masuk itu berupa serentetan teks yang baru dibaca, atau serangkaian langkah-langkah kerja yang baru dipelajari. Hal ini terjadi karena otak mengolah data tersebut secara terpisah-pisah terlebih dahulu, baru kemudian menghubungkannya kembali dalam bentuk yang utuh. Itulah sebabnya, kita sering kali merasa mudah ingat satu langkah tertentu penyelesaian Matematika, tetapi sulit mengingat langkah sebelum atau sesudahnya. Kesulitan itu terjadi karena otak harus mengolah satu per satu langkah-langkah tersebut, baru kemudian data itu dihubungkan kembali menjadi satu rumus yang utuh.

Nah, jika kita selalu mengulang-ulang pelajaran, maka otak akan bekerja dengan lebih mudah. Hal itu terjadi karena otak sudah tahu dari keranjang mana saja data yang berkaitan dengan pelajaran tersebut harus diambil sehingga kita bisa memahami suatu pengetahuan secara utuh.

Hal ini serupa dengan misi Skoline yaitu memberikan sekolah online untuk semua anak-anak Indonesia dan membuat belajar lebih menyenangkan, mudah di akses dan fleksibel. Sehingga kapan dan dimanapun anak-anak akan dengan mudah mengulang pelajaran dengan menonton video dari Skoline sehingga akan menunjang kerja otak dan membuat anak paham dan mengerti secara keseluruhan tentang apa yang dipelajari. Sehingga pembelajaran anak menjadi 100% Tuntas.

Oleh: Reri Saputra – School Relationship Office

Logo Skoline Baru

Ambil Langkah Pertama Untuk Membimbing
Anak Menjadi Versi Terbaik Dirinya.

Berlangganan weekly newsletter untuk tips, informasi,
dan perkembangan dari dunia pendidikan.