News 8

Tidak Ada Anak Yang Bodoh (Berdasarkan Delapan Jenis Kecerdasan Manusia)

Menurut seorang pakar pendidikan bernama Howard Gardner, ada delapan jenis kecerdasan. Di antaranya adalah linguistik, logika matematika, kinestetik/fisik, visual spasial, musik, intrapersonal, interpersonal, naturalis, eksistensial, dan spiritual.

Setiap anak bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. Untuk itu, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya.

Berikut beberapa anak-anak yang memiliki kecerdasan luar biasa yang membanggakan Indonesia dimata dunia.

Joey Alexander, kembali menjadi nomine Grammy Awards 2017 untuk kategori improvised jazz solo. Joey yang kini berusia 13 tahun disebut-sebut sebagai nomine terkuat untuk menyabet piala Grammy Awards 2017, lewat lagu Countdown. Joey Alexander adalah satu-satunya musisi Indonesia yang berhasil masuk nominasi Grammy Awards.

Aditya Bagus Arfan, Anak muda kelahiran tahun 2006 ini menorehkan prestasi yang membanggakan di tahun 2016 dengan berhasil meraih medali emas kejuaraan catur Asean kategori U-10 di Thailand pada bulan Juni 2016. Ia juga berhasil menjadi 5 pecatur terbaik kejuaraan catur Internasional di Malaysia pada Desember 2016 yang lalu. Prestasi yang ia telah ia peroleh sejauh ini akan menjadikan ia harapan baru masyarakat terhadap atlet muda Indonesia di masa yang akan datang.

Perlombaan ilmu fisika ini diselenggarakan pada Mei 2016 lalu di Hongkong. Enam orang dari tim olimpiade fisika Indonesia berhasil meraih medali medali dalam kompetisi tersebut. Medali emas yang diraih Michael Gilbert (SMAK Penabur Cirebon) dan Kevin Limanta (SMAK IPH Surabaya), medali perunggu yang diraih oleh Edwin Aldrian Santoso (SMA Negeri 1 Surakarta) dan Ferris Prima Nugraha (SMAK Penabur Gading Serpong). Selain perolehan medali, ada juga penghargaan Honorable Mention yang diraih ooleh Josephine Melia (SMAK Penabur 1 Jakarta) dan Gerry Windiarto Mohamad Dunda (SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta). Pencapaian prestasi oleh siswa siswa SMA ini bisa memberikan semangat bagi anak muda yang lain untuk terus belajar dan berprestasi di bidang ilmiah.

Apakah Joey Alexander bisa memenangkan kejuaraan catur tingkat dunia ? ataukah Aditya Bagus Arfan bisa memperoleh medali emas dalam olimpiade Fisika internasional ? tentu tidak ada yang bisa memastikan. Setiap anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan jika diasah dengan tepat maka akan menjadi anak yang luar biasa dibidang yang sesuai dengan kecerdasannya masing-masing.

Sekarang kita bisa percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh. Anak yang memiliki nilai matematika dibawah 50 bukan berarti tidak pintar. Hanya saja dia tidak memiliki kecerdasan dalam logika matematika. Harus dicari tahu dan ditelusuri dimana sebenarnya minat dan bakatnya agar dapat dikembangkan secara optimal.

Berikut penjelasan lebih rinci tentang 8 gambaran kecerdasan manusia.

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, suara, ritme, dan intonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.

Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). Ia suka angka, urutan, logika, dan keteraturan. Ia mengerti pola hubungan, ia mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir deduktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang besar kepada hal-hal yang kecil. Proses berpikir induktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang kecil kepada hal-hal yang besar.

Kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). Visual artinya gambar. Spasial yaitu hal-hal yang berkenaan dengan ruang atau tempat. Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran, dan juga hubungan di antara elemen-elemen tersebut. Kecerdasan ini juga melibatkan kemampuan untuk melihat objek dari berbagai sudut pandang.

Kecerdasan kinestetik/fisik adalah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, dan perasaan. Kecerdasan ini juga meliputi kemampuan fisik dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan.

Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk, dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi, dan timbre dari musik yang didengar.

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat menghargai nilai (aturan–aturan), etika (sopan santun), dan moral.

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Peka pada ekspresi wajah, suara, dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain, dan umumnya dapat memimpin kelompok.

Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan. Intinya adalah kemampuan manusia untuk mengenali tanaman, hewan, dan bagian lain dari alam semesta.

Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam jagat raya yang luas, jauh tak terhingga, dan menghubungkannya dengan kehidupan selanjutnya (kematian). Kecerdasan ini melibatkan kemampuan manusia dalam menjawab berbagai macam persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Para ahli filsafat sering dianggap pemilik kecerdasan jenis ini.

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan manusia mengenal Tuhannya, meyakini keberadaan dan keesaan Tuhan, serta melakukan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Dalam menjalani kehidupan ia tidak akan putus harapan, karena ada Tuhan tempat bergantung segala sesuatu, dalam keadaan bahagia, ada Tuhan tempat dia melantunkan puja dan puji syukur. Kecerdasan ini akan membentuk jiwa dan pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masayarakat, dan negaranya.
Oleh: Reri Saputra – School Relation Officer

Logo Skoline Baru

Ambil Langkah Pertama Untuk Membimbing
Anak Menjadi Versi Terbaik Dirinya.

Berlangganan weekly newsletter untuk tips, informasi,
dan perkembangan dari dunia pendidikan.